Total Tayangan Halaman

Senin, 09 Juli 2012

Dia dan dia


Dia dan dia

Dahulu kau selalu ada disetiap hari-hariku
Dahulu aku begitu bahagia brada di dekat mu
Setiap hari selalu ku lihat senyum indah di wajah mu
Dan tak pernah ku lupa kejadian saat itu
Entah kapan terakhir kita bersama dalam canda tawa
Mungkin aku sudah lupa
Namun tak akan kulupakan kejadian waktu itu
Ketika kau ada di sampingku
Di saat ku genggam, tanagn mu
Dan berkata “ kamu baik kan”
Ini tak pernah akan terlupakan
Aku selalu mencoba untuk menyakinkan diri ini
Apakah mungkin kau yang selama ini ku cari
Yang nantinya menjadi teman seumur hidupku
Dan mengisi setiap hariku

Butuh waktu untuk meyakinka perasaan ini
Apakah hanya sesaat atuau memang benar-benar cinta
Butuh waktu 2 bulan untuk itu
Walaupun aku harus bohong pada orang-orang disekitarku
Akan perasaan ku pada mu
Sampai di saat aku yakin
Kucoba untuk mengungkapkan perasaan ku padamu

Tepatnya di bulan april
Ku ajak kau pergi keluar
Berniat emenmaniku untuk mencari oleh-oleh
Dan setelah itu ku katakan dengan sejujurnya perasaan ini pada mu
Walaupun saat mengucap mulut ini sulit berbicara, lidah ini seakan dilipat
Dengan suara kecil dan malu-malu ku beranikan diri

Aku bangga setelah mengatakan perasaan yang jujur ini
Dengan penuh rasa takut
Aku tak mengetahui jawaban yang kan kau beri
Was-was menanti jawaban dari mu
Kecemasan yang ada dalam hati ini
sampai akhirnya kau meberikan jawbannya

tak pernah terpikir bahwa nantinya kau akan menjawab tidak
melalui sms kau nyatakan hal itu
membuat hati yang cemas menjadi lega
namun kesedihan malah bertambah

tak ku pikir dengan logika
mengapa dan kenapa ?
sempat terpikir ingin menghilang dari mu
namun tak pernah bisa
yang terpikir oleh ku hanya dirimu

begitu banyak hal indah yang pernah ku rasakan dengan mu mulai menghilang
membuat hati ini semakin kesepian
dari luar aku bisa menutupi
namun di dalam hati ini
selalu merasa sedih
tak pernah bisa melupakan hala yang terjadi
menjadikan hidupku seperti dahulu lagi
yang penuh ceria dan tawa
tanpa kesedihan yang mendera
seperti dunia yang penuh akan kesedihan
yang pada dasarnya hanya kepedihan yang selalu mendalam

 15/02/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar